(sumber: hikmatpembaharuan.wordpress.com)
Yah, akhirnya masa-masa liburan panjang saya sudah habis. Seiring dengan penambahan kata 'maha' dalam status 'siswa' yang telah saya sandang hingga lebih dari 12 tahun, saya pun kini memulai kuliah pertama saya.
Untuk memulai kuliah saja, tidak bisa serta merta setelah diterima dalam perguruan tinggi negeri yang saya impikan ini, kemudian saya bisa mendapatkan materinya. Tentu saja seperti kebanyakan orang tahu tentang masa awal memasuki sebuah jenjang pendidikan baru, pasti ada masa orientasi sebelumnya, atau di perguruan tinggi lebih sering dikenal dengan nama 'ospek'. Entah masih berlanjut atau tidak masa ospek di PTN saya ini, yang pasti pada hari Senin lalu saya sudah mulai belajar dalam ruangan dengan status 'mahasiswa'.
Untuk memulai kuliah saja, tidak bisa serta merta setelah diterima dalam perguruan tinggi negeri yang saya impikan ini, kemudian saya bisa mendapatkan materinya. Tentu saja seperti kebanyakan orang tahu tentang masa awal memasuki sebuah jenjang pendidikan baru, pasti ada masa orientasi sebelumnya, atau di perguruan tinggi lebih sering dikenal dengan nama 'ospek'. Entah masih berlanjut atau tidak masa ospek di PTN saya ini, yang pasti pada hari Senin lalu saya sudah mulai belajar dalam ruangan dengan status 'mahasiswa'.
Materi yang saya dapat pertama kali tersebut bernama Keterampilan Interpersonal. Cukup random mungkin pikiran yang berkutat dalam kepala saya. Saya tidak tahu bagaimana arah pembelajaran mengenai materi kuliah ini. Hingga pada akhirnya, dosen yang saya nantikan masuk ke ruang kelas saya. Pertanyaan yang terlontar dari beliau pertama kali ialah, "Tujuan kamu kuliah itu apa?"
(sumber: livingwelleducation.com)
Terhenyak? Mungkin iya. Shock? heart attack? Enggak sepertinya. Tidak sampai seekstrim itu juga respon yang saya keluarkan. Saya mulai berpikir secara umum mengenai pertanyaan tersebut. Sempat terlintas dalam pikiran saya tentang membanggakan dan membahagiakan orang tua, mendapat pekerjaan yang mapan, gaji yang besar, dan masih banyak lagi. Mungkin karena setelah dari perguruan tinggi ini akan langsung berlanjut dalam dunia kerja, sehingga prospek masa depan yang saya pikirkan sudah mulai mengarah kesana. Tidak seperti ketika SD, SMP, maupun SMA, dimana target kelulusannya hanya untuk mengejar tempat pendidikan selanjutnya yang memiliki 'nama'.
Tapi ternyata dosen kami memberikan penjelasan menarik berikutnya. Beliau menyodorkan nama-nama seperti Bill Gates, Steve Jobs, Mark Zuckerberg, dan beberapa yang lain, dimana seperti kita tahu mereka adalah penemu-penemu terkenal dalam dunia IT. Namun yang mengherankan justru mereka adalah orang-orang yang tidak tuntas dalam mengenyam pendidikan. Sehingga pada intinya, bukan setinggi apa jenjang pendidikan yang telah kita tempuh, bukan pula sebaik apa tempat pendidikan yang kita dapatkan, tapi bagaimana cara kita belajar dan memperjuangkannya demi masa depan. Karena kesuksesan tidak selalu ditentukan dengan gelar. Karena kesuksesan tidak selalu berpegangan tangan dengan sarjana, magister, maupun orang-orang pandai lainnya.
(sumber: dittanisa.blogspot.com)
Setelah itu, dosen kami juga mempersilahkan beberapa teman kelas saya untuk maju. Memperlihatkan bagaimana cara mereka bersikap, berpenampilan, hingga berbicara. Jika ingin diteliti dengan serius, terdapat cukup banyak perbedaan pada diri mereka. Itu mungkin yang menjadikan ciri khas masing-masing individu. Namun kemudian dosen kami memberitahukan poinnya, bahwa manusia itu mudah berubah. Perubahan tersebut dapat terjadi baik dalam sikap, perilaku, maupun penampilan. Namun kebanyakan justru perubahannya mengarah pada keburukan.
Karena itu sudah saatnya kita, sebagai generasi penerus bangsa, melakukan perubahan yang lebih baik. Perubahan yang membawa dampak positif baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Perubahan yang dapat membelalakkan mata dunia kembali, yang dimana kini hampir terpejam. Perubahan yang dapat menampar wajah para penguasa dunia yang telah membobrokan banyak kehidupan orang lain. Karena kita bukan lah generasi yang hanya bisa tidur dan bermimpi. Kita merupakan generasi yang akan bangun di saat yang lain masih berselimut tebal dengan kasurnya. Kita adalah generasi yang akan bergerak dan merubah dunia!



People change...semua orang berubah seiring perjalanan hidup, kita sendiri juga secara sadar atau tidak juga berubah, tergantung mampu berpegang pada prinsip atau terbawa arus
BalasHapusIya benar sekali, untuk itu dibutuhkan suatu prinsip dan tujuan hidup yang jelas serta kemauan diri yang keras agar tidak keluar jalur dari prinsip dan tujuan yang telah ditetapkan
Hapushahaa, Sar, bisa juga nulis yang bener :3
BalasHapuscongratz yaa, for getting maha in front of siswa xD
well, jadi mahasiswa, berarti uda mulai harus punya beban pikiran.. semangat!
iya sung, karena sudah bukan siswa lagi hehe
Hapussemangat juga ya buat status pelajarnya yg baru. Mari saling sukses dalam bidang yang ditempuh masing-masing
Passion menentukan kesuksesan :3
BalasHapusiya benar sekali. karna melakukan sesuatu jika sesuai dengan passion diri maka akan terasa menyenangkan menjalaninya
Hapusjangan lupa tujuan kuliahmu apa wkwkwk
BalasHapussiap tentunya. karna kita sudah bukan lagi sekedar siswa :)
HapusBenar sekali, kita harus tetap berpegang dengan prinsip dan tujuan utama dalam kuliah yang kita hadapi. Nice post :D
BalasHapusOke thanks. Karena itu dibutuhkan pribadi yang kuat untuk tidak gentar terhadap pengaruh-pengaruh negatif yang bisa merusak masa depan kita
HapusAssalamualaikum,
BalasHapusPostingnya bagus, dosen saya juga bilang bahwa jadi mahasiswa itu mengubah pola pikir dan mencari relasi. Dia juga bilang untuk jangan salah mengartikan bahwa untuk sukses tidak perlu kuliah seperti Mark Zuckerberg, Steve Jobs, dkk. Sebenernya mereka juga mendapat inspirasi dan wawasan dari kuliah.
Tentang desain Blognya tolong dikembangkan kesesuaian gambar dan isinya agar lebih menarik.
Bahasanya santai menceritakan tentang pendapat dan pengalaman dari diri sendiri, kalimatnya menarik apalagi yang di akhir. Namun, ada beberapa kalimat yang tidak penting yang perlu dihilangkan biar langsung to the point da jelas tentang apa yang akan disampaikan.
Wasalamualaikum.
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
HapusIya tepat sekali. Karena contoh yang ada, diberikan agar kita termotivasi terhadap dampak positif yang dibawanya bukan mencari celah negatifnya.
Baik, ini karena masih awal sehingga desainnya masih ala kadarnya, hehe
Oke terimakasih atas masukannya, dapat menjadi pertimbangan dalam menulis artikel berikutnya :)
siip.. kita sebagai agent of change, harus mampu melakukan perubahan :)
BalasHapusIyap tentu saja. Karena itu sudah menjadi salah satu peran dan fungsi yang harus kita laksanakan
Hapusyapp kita sebagai mahasiswa harus mampu melakukan perubahan untuk kedepan dan harus lebih bagus dari sebelumnya
BalasHapusnice post
Iya itu sudah jelas. Kita harus menjadi generasi yang dapat memberikan perubahan lebih maju untuk negara dan dunia. Thanks
Hapussetiap dari kita mampu membuat perubahan, tergantung kemauan kita aja..
BalasHapusIya karena itu dibutuhkan kemauan diri yang keras dan tangguh untuk membuat dan memberikan dampak positif terhadap perubahan tersebut
Hapustujuan kuliah? "mengisi waktu luang".. wkwk :D
BalasHapuswww.mamangkokom.blogspot.com
Hahaha. Tidak bisa dalam bidang itu saja, karena kuliah seharusnya menjadi prioritas utama dalam menuntut ilmu sebagai seorang mahasiswa :)
Hapusperubahan itu pasti terjadi, tinggal gimana cara kita untuk membawa perubahan itu ke arah yang lebih baik. nice post tesar :)))
BalasHapusTerima kasih. Karena itu kita sebagai generasi muda sudah menjadi amanah untuk melakukan perubahan ke arah yang baik :D
Hapus