(Sumber : studyinspirationdortumblr.com)
Belajar. Tidak ada starting point untuk melakukan itu. Karena sejak lahir kita sebenarnya sudah mulai belajar. Definisi terhadapnya pun telah tertera bermacam-macam. Namun sejatinya, belajar yang hanya sekedar belajar dengan yang benar-benar belajar memiliki perbedaan, utamanya pada ketahanan, kesungguhan, dan keseriusan. Faktor gender juga menjadi salah satu perbedaan. Wanita memiliki daya tahan belajar hingga 15 menit, sedangkan pria hanya 10 menit. Untuk itu dibutuhkan istirahat atau ice break dalam sebuah pembelajaran.
(Sumber : BreakBrunch.com)
"The illiterate of the 21st century will not be those who cannot read and write but those who cannot learn, unlearn, and relearn"
Begitu penjelasan yang diberikan Alvin Tofller mengenai arti dari belajar itu sendiri. Belajar membutuhkan ilmu, pengetahuan, dan praktek. Tanpa praktek nantinya seseorang yang belajar hanya bisa berkomentar. Oleh karena itu dengan seluruh komponen yang dibutuhkan dalam belajar tersebut, disertai dengan daya tahan, semangat, dan ketekunan, maka akan menjadikan seseorang menjadi ahli terhadap suatu bidang pembelajaran tersebut.
Pertanyaannya kini hanya ada pada diri kita masing-masing. Seberapa kuat kita akan belajar? Seberapa keras kesungguhan kita untuk belajar? Seberapa besar target yang ingin kita capai dalam belajar? Dan pertanyaan dengan 'seberapa-seberapa' yang lain berikutnya. Hanya merupakan omong kosong jika kita hanya menuliskan target-target saja, kemudian berkata 'nanti' dalam pelaksanaannya.
Sejatinya, dalam hidup ini seringkali kita melakukan hal-hal yang tidak kita sukai. Namun pengalaman menuntut kita untuk belajar, dan belajar hanya akan dapat ditempuh penuh jika berawal dari hal kita cintai. Bunda Teresa, Ki Hajar Dewantara, Nelson Mandela, dan Mahatma Gandhi adalah contoh orang-orang yang sukses karena belajar melalui hal-hal yang dicintai dirinya sendiri. Karena sesuatu yang dicintai akan selalu LEBIH INDAH. :))
Pertanyaannya kini hanya ada pada diri kita masing-masing. Seberapa kuat kita akan belajar? Seberapa keras kesungguhan kita untuk belajar? Seberapa besar target yang ingin kita capai dalam belajar? Dan pertanyaan dengan 'seberapa-seberapa' yang lain berikutnya. Hanya merupakan omong kosong jika kita hanya menuliskan target-target saja, kemudian berkata 'nanti' dalam pelaksanaannya.
(Sumber : quotepixel.com)
Sejatinya, dalam hidup ini seringkali kita melakukan hal-hal yang tidak kita sukai. Namun pengalaman menuntut kita untuk belajar, dan belajar hanya akan dapat ditempuh penuh jika berawal dari hal kita cintai. Bunda Teresa, Ki Hajar Dewantara, Nelson Mandela, dan Mahatma Gandhi adalah contoh orang-orang yang sukses karena belajar melalui hal-hal yang dicintai dirinya sendiri. Karena sesuatu yang dicintai akan selalu LEBIH INDAH. :))
(Sumber : themetapicture.com)







